Step Membuat Trading Plan

Banyak orang yang bertransaksi saham, membeli saham tanpa referensi yang jelas referensi yang tidak jelas adalah seperti orang yang membeli saham karena ikut-ikutan karena mendengar rumor karena feeling karena sekedar membaca berita hal-hal tersebut membuat orang tersebut tidak memiliki peran cara yang jelas dan pada akhirnya membuat dia kebingungan atas posisi yang sudah dimiliki sendiri.

Kenapa saya bisa punya saham ini ya kalau saya berikan ini saya harus jual, Bagaimana kalau saya sudah beli saham ini saya harus berapa lama kalau Global market sedang bergejolak saya masih harus hold atau saya harus jual.

Nah itu adalah tanda bahwa trader tersebut tidak memiliki trading plan Ketika seseorang mengambil sebuah posisi tidak memiliki trading plan pada akhirnya dia akan galau.

Kalau naik bingung, kalau turun bingung, kalau tidak kemana-mana harganya bingung, naik turun flat bingung dan pada akhirnya ketika trader mengalami kebingungan yang amat sangat terhadap posisi yang dimiliki biasanya yang terjadi adalah naik sedikit dijual harga saham yang dibeli naik sedikit dijual Kenapa takut turun takut nanti nggak jadi untuk sebaliknya ketika dia membeli sebuah saham harga sahamnya di level tertentu ternyata harga sampai tidak sempat naik dan turun terus pada akhirnya dia mungkin akan hold saham tersebut hingga nanti naik lagi saya jual ternyata harga saham turun turun turun turun terus dan pada akhirnya mengalami kerugian yang signifikan.

Uang anda yang Anda gunakan dalam bertransaksi saham kami percaya adalah uang yang anda dapatkan dengan susah payah dengan jerih payah penuh keringat penuh perjuangan dan pastikan anda memiliki trading plan agar anda bisa bertransaksi menggunakan uang anda yang sangat berharga tersebut untuk meraih keuntungan bukan sekedar coba-coba bukan sekedar feeling bukan sekedar iseng-iseng.

Trading Plan

Step Membuat Trading Plan

Oke di video kali ini kita akan membahas mengenai trading plan Kenapa hal ini penting karena banyak yang tidak tahu ketika membuka laptopnya membuka desktopnya ataupun membuka smartphone ya dia tidak tahu saham apa yang ingin dibeli pada akhirnya ketika tidak tahu apa yang dia beli dia akan ikut-ikutan Forum, apa yang ramai ikutan beli orang bicara apa yang ramai itu akan dibeli.

Pada akhirnya tidak ada keuntungan yang besar bisa didapat orang ketika dia hanya ikut-ikutan dan disinilah pentingnya trading plan,.

Bagaimana sih cara membuat trading plan?

Teman-teman mungkin sudah melihat banyak artikel atau video dari berbagai sumber, hal mengenai bagaimana cara menganalisa saham bagaimana konsep sebuah harga bergerak bagaimana faktor fundamental maupun teknikal yang bisa dipelajari terhadap pergerakan harga saham tersebut.

Tapi di sini paling penting adalah trading plan dari apa yang sudah anda gunakan Dari apa yang sudah anda lakukan Sudah ada analisa anda butuh sebuah Teknik, karena kalau anda tidak melakukan planning Anda merencanakan untuk gagal.

Kita harus ingat bahwa kalau orang menjalankan aktivitasnya tanpa ada sebuah perencanaan maka dia tidak akan ke mana-mana, demikian juga dengan trader yang bertransaksi hanya berdasarkan feeling tidak ada trading plan maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa bahkan bagian yang didapatkan.

Oke untuk membuat sebuah trading plan ada beberapa poin penting yang harus Anda persiapkan.

Point pertama:

Tentu adalah nama sahamnya, sahamnya apa Ketika anda buka laptop Anda online trading anda, anda sudah tahu nggak apa yang Anda pantau ada sudah ketik kodenya di pagi hari ketika anda buka smartphone anda ketika anda buka laptop anda tahu sahamnya apa.

Disinilah pentingnya anda melakukan analisa ketika anda melakukan analisa saham anda tahu mana yang bagus mana yang bisa Anda jelaskan dan anda bisa langsung cek Ketika anda sudah tahu sahamnya apa, anda harus punya level beli.

Point kedua:

Adalah level beli, level beli berapa jangan sampai Anda membeli karena feeling! feeling tidak bisa bekerja dengan baik di market anda harus punya perencanaan yang matang level beli Seperti contohnya adalah harga harus mencapai level tertentu untuk saya beli atau harga mencapai penguatan sekian baru saya harus beli.

Jadi anda harus tahu saya beli dengan skenario Seperti apa Jangan sampai ikut-ikutan karena apa orang yang anda ikuti mungkin mengerti apa yang dilakukan bahkan ada orang yang anda ikuti belum tentu dia mengerti apa yang dia lakukan.

Pastikan anda tahu apa yang sedang anda lakukan untuk membeli saham tersebut ini adalah level beli.

Point ketiga: 

Adalah sebaliknya yaitu level jual, setelah anda beli saham dengan skenario anda dengan strategi Anda Bagaimana anda menjualnya Apakah anda menjual segera atau anda menjual ketika target tercapai atau anda menjual ketika mencapai level stop loss karena dia gagal bergerak naik.

Anda harus tahu level jual berapa Ketika anda tidak punya level jual maka anda akan kembali kebingungan, ini kapan saya harus jual ya kalau saya jual sekarang nanti naik lagi, Bagaimana ya kalau saya jual sekarang kalau nanti turun Bagaimana ya itu pertanyaan tidak pernah ada jawabannya dan akhirnya kembali ke feeling anda dan itu yang berbahaya.

Setelah anda tahu level jual Anda harus menghitung resiko setiap kita membeli sebuah saham setelah kita melakukan analisa tahap Kita harus mengerti risknya berapa dan di sini dalam trading plan kita harus menghitung entri risk berapa sih jadi dari titik anda beli seberapa dia beresiko Untuk gagal lagi.

Point ke-empat

Metode risiko Anda bisa menghitung Risk and reward ada berapa Ketika anda bisa membuat sebuah trading plan atas dasar analisa yang anda lakukan ketika anda sudah bisa menerima resiko cocok untuk saya tidak terlalu tinggi cukup rendah saya bisa masuk membeli saham ini dengan demikian kita bisa sangat sistematis untuk membeli sebuah saham berdasarkan analisa yang kita lakukan setelah kita pertimbangkan Ada nggak sih target tertentu pada saat yang ingin kita beli

Point ke-lima

Adalah target price Ini untuk apa? untuk Anda Menghitung seberapa menarik price and reward dari Sahamnya ingin anda beli, apa Karena Setiap orang pasti ingin membeli sebuah saham yang bisa diperkirakan akan memberikan keuntungan seberapa besar dan di sana kita bisa menghitung dengan kita level beli di level tertentu dengan target operasi yang sudah ada di skenario kan atau sudah dianalisa oleh anda maka anda bisa melihat bahwa dengan level beli Anda lakukan anda akan tahu seberapa besar potensi keuntungan yang kita bisa dapatkan.

Nah kita peringati setiap skenario dalam sebuah analisa teknikal maupun fundamental kita harus tahu ada kadangkala di mana skenario asumsi tidak berjalan dengan baik harga saham yang kita beli ternyata bergerak turun dalam hal bergerak turun kita harus kombinasikan antara level jual kita yang kita rencanakan dengan level jual yang tidak kita harapkan yaitu kita sebut dengan level cutloss.

Point ke-enam

Oke jika di level jual yang nomor 3 ini adalah level jual sesuai dengan strategi anda ketika anda membeli sebuah saham dan mengikutinya dan cutloss adalah level jual emergency ketika harga saham yang Anda beli tidak bergerak sesuai dengan harapan anda dan ternyata harga turun ke bawah kita harus lihat bahwa ketika kita memiliki analisa yang baik analisa teknikal dengan berbagai pendekatan yang anda sudah kuasai anda akan tahu bahwa saham Yang ada ingin beli sudah anda ketahui level beli di harga berapa kita sudah tahu kalau belinya Jadi anda tidak akan beli kalau skenarionya tidak berjalan.

Misalnya Anda harus membeli sebuah saham ketika dia mampu break asistennya maka ketika saham tersebut tidak bereaksi sama sekali mau ada berita apa pun yang bagus, Ada sentimen apa penyebab pasar, Anda tidak akan Kenapa Anda sudah punya trading plan dengan level beli tertentu Dengan demikian anda akan tidak terdorong untuk overtrain trading terlalu sering dan akhirnya menyita waktu anda yang berharga untuk profesi utama anda.

Dengan analisa yang baik, bisa menentukan level jual anda dengan analisa Anda bisa memperkirakan target tersebut hampir keberapa anda bisa memiliki skenario jual di harga berapa ketika dia naik ketika target tercapai atau ketika target press tidak tercapai salah satu contohnya sebuah saham di harga Rp1.000 harga Rp1.500 Anda bisa menjual dengan skenario adalah target tercapai atau ketika dalam perjalanan belum mencapai level 1500 target anda dan harga sudah bergerak dalam sedang trend anda sudah tahu anda harus jualan tersebut karena anda punya skenario jual.

Ketika anda tidak punya skenario jual anda akan kebingungan Ketika anda tidak punya skenario jual Anda akan merasa insecure.

Adakah yang merasa bahwa setiap pergerakan market anda harus analisa Anda harus perhatikan dan Anda harus mengambil keputusan dengan cepat.

Sementara untuk naik lebih tinggi Anda harus tahu level jual Anda strategi juga ada Bagaimana dan dengan anda memiliki level beli level jual Anda bisa menghitung entries entri saja kita tahu membeli di level 1000 target price kurang lebih 1.500 kita bisa melihat ada potensial sebesar 50% dan anda bisa mengkalkulasi ketika sebuah harga saham bergerak tidak sesuai dengan ekspektasi Anda Anda memiliki level jual yang sangat jelas maka kita bisa menghitung reward versus price anda seberapa menarik ketika itu menarik Anda bisa membeli saham ini dengan sistematis dan kita ingat apapun analisanya lakukan Apapun pendekatan yang kita gunakan dalam melakukan analisa selalu ada probabilitas 20% sampai 30% saham tersebut tidak bergerak sesuai dengan ekspektasi.

Market trader itu sangat banyak, investor sangat banyak pelaku pasar modal yang terdaftar kurang lebih mencapai 600 ribu account di Bursa Efek Indonesia pastikan apa yang kita analisa kita harus menyadari bahwa ada orang di luar sana yang mungkin berpikir yang berbeda sama kita dan mayoritas mungkin berpikir yang berbeda sama kita dan kita mengambil posisi yang berlawanan dengan harga pada akhirnya market is always Strike Ketika anda tahu anda mengambil keputusan yang salah anda melakukan analisa yang salah atau anda melakukan analisa dengan cara yang benar tapi kondisi bisnis kondisi perusahaan berubah drastis maka kita harus punya strategi yang kita sebut dengan satu strategi ini adalah emergency strategi.

Jadi ketika ada sebuah kondisi dimana harga bergerak di luar dari ekspektasi kita di luar dari skenario kita diluar dari proyeksi kita kita harus segera keluar dari posisi jangan sampai terjebak dalam posisi yang merugikan istilahnya kita ingin naik kendaraan umum mencapai tujuan tertentu ternyata kendaraannya salah harusnya belok kanan rutenya adalah belok kiri yang harus kita lakukan adalah turun dari kendaraan tersebut tunggu kendaraan lain yang bergerak belok ke kanan jangan kita pasrah Sudahlah belok ke kiri saja ke mana dia bergerak saya akan ikuti.

Hati-hati anda punya planning yang jelas ada di depan Anda. Anda harus punya plan  yang jelas terhadap transaksi saham Anda. Semoga dapat di mengerti dan bermanfaat. Salam cuan.

Check Also

Begini Cara Menghindari Kesalahan Mendasar Pada Forex Trading

Biarkan saya menebak: Anda telah menemukan strategi yang baik dan mengembangkan rencana trading yang sempurna …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *